Kamis, 19 September 2013

My Confession

Lebih kurang sekitar 3 tahun saya tinggal di Kota Sorong, Papua Barat, terhitung sejak lulus Sekolah Menengah Pertama di Kota Fakfak pertengahan tahun 2005 sampai lulus SMA pada tahun 2008. Itu adalah 3 tahun yang sangat menyenangkan. Bahkan hingga saat ini, semua cerita masih teringat jelas. Saat-saat ketika masih tinggal di Asrama, merupakan moment yang tak akan tergantikan. Masa-masa ketika banyak hal baru yang didapat dalam hidup. Mulai dari hal yang bernilai positif sampai hal-hal yang negatif.

Selanjutnya adalah salah satu kota terfavorit di Indonesia yang menjadi tujuan perantauan saya untuk menimba ilmu setelah lulus SMA. Kota Gudeg Yogyakarta, merupakan satu-satunya kota yang selalu membuat saya rindu untuk kembali. Lebih kurang 4 tahun lebih , sejak memasuki pertengahan tahun 2008 hingga awal tahun 2013. Di kota inilah saya mendapatkan lebih banyak hal baru yang cukup banyak mempengaruhi sebagian karakter saya. Namun, hal yang sangat disayangkan terjadi, dan dengan terpaksa kota yang sangat nyaman itu pun harus saya tinggalkan. Pulang kembali ke titik awal, kota kelahiran, Fakfak, Papua Barat. Namun untuk kali ini, ada hal yang lebih besar walaupun sudah tidak asing lagi, telah menanti yaitu DUNIA KERJA.

Pada awalnya saya diterima bekerja disebuah perusahaan yang menjalin kerja sama dengan salah satu maskapi penerbangan terkemuka di Indonesia dan menjadi agen resmi penjualan tiket maskapai tersebut. Mengawali karir sebagai staff reservasi dan ticketing, saya berusaha sebisa mungkin untuk menjalankan tanggung jawab sesuai dengan apa yang dituntut oleh perusahaan. Belum genap 3 bulan saya bekerja di Fakfak, pimpinan saya meminta agar saya bersedia untuk dipindahkan sementara ke Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat. Dikarenakan perusahaan baru saja membuka cabang agen penjualan tiket, dan saya diminta untuk memberikan training terhadap staff baru yang bekerja di kantor agen Manokwari. <to be continued>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar